Realisasi KUR Nasional Capai Rp105,8 triliun, Baru 35,8 Persen dari Ta

- Realisasi penyaluran KUR nasional hingga Mei 2026 mencapai Rp105,8 triliun atau 35,8 persen dari target tahunan Rp295 triliun, dengan lebih dari 1,69 juta debitur penerima.
- Porsi kredit perbankan untuk sektor UMKM masih rendah di angka 18,3 persen dari total Rp8.149 triliun, jauh di bawah target RPJMN yang menuntut minimal 25 persen.
- Pemerintah berupaya mempercepat penyaluran modal lewat program kemitraan rantai pasok senilai Rp2,21 triliun dan melibatkan 57.600 UMKM dalam proyek strategis seperti Makan Bergizi Gratis.
Jakarta, FORTUNE — Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 baru menyentuh Rp105,8 triliun. Data yang dirilis Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini mengonfirmasi penyerapan modal tersebut baru mencapai 35,8 persen dari target tahunan yang dipatok Rp295 triliun.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, membeberkan rapor tersebut saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta (18/5). Kendati laju penyaluran dinilai lambat, Maman menjelaskan modal kerja ini telah mengalir ke kantong lebih dari 1,69 juta debitur. Dari jumlah tersebut, 511.000 merupakan debitur graduasi atau pemain lama, sementara 1,14 juta sisanya adalah para pelaku usaha baru.
“Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 60 persen,” ujar Maman di hadapan para anggota dewan.
Maman mengklaim, dahaga para pelaku komoditas kecil terhadap pembiayaan seolah tak pernah surut dan selalu menanjak saban tahun. Akan tetapi, ia tidak memungkiri fakta bahwa porsi keberpihakan perbankan nasional dalam menyalurkan kredit ke sektor UMKM masih tergolong mini.
Sepanjang 2025, total kredit yang dikucurkan oleh industri perbankan nasional menembus Rp8.149 triliun. Sayangnya, kue investasi yang dinikmati pelaku UMKM baru mencapai 18,3 persen atau berkisar Rp1.497 triliun.
Dari porsi yang secuil itu, sekitar Rp270 triliun dilepas via jalur KUR, sedangkan sisanya yang sebesar Rp1.227 triliun mengalir melalui skema kredit komersial non-KUR.
Sumbangsih perbankan ini masih berada di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang mengamanatkan porsi minimal 25 persen untuk sektor UMKM dari total portofolio kredit nasional.
Guna memecah kebuntuan tersebut, Maman menyatakan pihaknya tengah berupaya keras menggenjot penyaluran modal. Salah satu strategi taktis yang diandalkan adalah program kemitraan rantai pasok, yang digadang-gadang memiliki potensi transaksi menembus Rp2,21 triliun dengan melibatkan sedikitnya 804 pelaku UMKM.
Pemerintah juga menyuntikkan stimulus baru dengan mendorong keterlibatan UMKM ke dalam proyek strategis bentukan penguasa. Maman melaporkan, hingga kini sekitar 57.600 UMKM telah terserap sebagai pemasok dalam program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang skalanya diproyeksikan bakal terus menanjak.


















