Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Linimasa Kematian Satwa Medan Zoo, dari Harimau hingga Orangutan
Suasana Medan Zoo (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Medan Zoo kembali jadi sorotan setelah serangkaian kematian satwa, termasuk harimau, orangutan, dan beruang madu, yang diduga akibat buruknya pengelolaan serta minimnya perawatan kesehatan hewan.

  • Data Wildlife Whisperer Sumatra mencatat banyak kematian tidak terpublikasi, mulai dari owa agile hingga bangau tongtong, dengan penyebab dominan kerusakan organ dan kondisi lingkungan yang kurang layak.

  • Pemko Medan berjanji memperbaiki infrastruktur Medan Zoo lewat investasi swasta seperti RANS Entertainment tanpa penyertaan modal daerah, dengan target renovasi dimulai Februari 2024.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Agustus 2023

Dua kucing emas di Medan Zoo mati diduga karena sakit. Tidak ada keterangan rinci mengenai tanggal kematiannya.

3 November 2023

Harimau Sumatra jantan bernama Erha mati di Medan Zoo akibat penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Desember 2023

Harimau Benggala bernama Avatar mati karena kerusakan organ paru dan ginjal di Medan Zoo.

31 Desember 2023

Harimau Sumatra betina bernama Nurhaliza mati dengan penyebab serupa, yaitu kerusakan organ paru dan ginjal.

22 Januari 2024

Harimau Benggala berusia 17 tahun bernama Wesa mati akibat kerusakan organ paru dan ginjal di Medan Zoo.

24 Januari 2024

Seekor bangau tongtong ditemukan mati di Medan Zoo, diduga karena kurangnya perawatan yang memadai.

13 Februari 2024

Harimau Sumatra bernama Bintang Sorik berusia 12,5 tahun mati dengan kerusakan pada paru, hati, jantung, dan ginjal.

Februari 2024

Pemerintah Kota Medan merencanakan dimulainya pembenahan infrastruktur Medan Zoo bersama sejumlah investor termasuk RANS Entertainment.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah satwa di Medan Zoo dilaporkan mati dalam beberapa bulan terakhir, termasuk harimau, orangutan, owa agile, kucing emas, beruang madu, kuda, dan bangau tongtong.
  • Who?
    Kematian satwa melibatkan koleksi Medan Zoo. Data dan pemantauan dilakukan oleh Wildlife Whisperer Sumatra (WWS), sementara Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan rencana perbaikan fasilitas kebun binatang tersebut.
  • Where?
    Peristiwa kematian satwa terjadi di Medan Zoo, Kota Medan, Sumatera Utara. Beberapa satwa sempat dirawat di pusat rehabilitasi sebelum meninggal dunia.
  • When?
    Kematian satwa berlangsung sejak Agustus 2023 hingga Februari 2024. Kasus terbaru tercatat pada 13 Februari 2024 dengan matinya harimau sumatra bernama Bintang Sorik.
  • Why?
    Penyebab kematian diduga akibat kerusakan organ seperti paru-paru, ginjal, hati, dan jantung. Sebagian kasus juga dikaitkan dengan kondisi kesehatan buruk serta pengelolaan yang dinilai tidak optimal.
  • How?
    Berdasarkan data WWS, sebagian besar satwa mati karena sakit atau komplikasi organ dalam. Pemerintah Kota Medan berencana memperbaiki infrastruktur kebun binatang
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak hewan di Kebun Binatang Medan mati, seperti harimau, beruang, kucing emas, owa, orangutan, kuda, dan bangau. Katanya hewan-hewan itu sakit dan tidak dirawat baik. Banyak orang sedih dan marah. Wali Kota Medan mau perbaiki kebun binatangnya dengan bantuan orang lain. Sekarang mereka sedang siapkan perbaikannya tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah sorotan publik terhadap kondisi Medan Zoo, muncul langkah konkret dari Pemerintah Kota Medan untuk memperbaiki situasi. Wali Kota Bobby Nasution telah memastikan adanya dukungan investor, termasuk dari sektor swasta seperti RANS Entertainment, guna merevitalisasi infrastruktur taman satwa tersebut. Komitmen ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah dalam mengembalikan fungsi edukatif dan konservatif Medan Zoo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Medan Zoo terus menjadi perbincangan hangat di publik, apalagi pegiat konservasi. Taman satwa yang mestinya menjadi tempat edukasi justru terus mengabarkan duka.

Kematian demi kematian satwa terjadi. Bukan dalam rentang waktu yang panjang, kematian itu terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Berbagai kritik dilontar untuk perbaikan Medan Zoo. Kematian-kematian satwa ini diduga karena buruknya pengelolaan Medan Zoo. Sehingga satwa-satwa itu jatuh sakit, hingga tidak bisa disembuhkan.

Banyak pihak menilai bahwa Pemerintah Kota Medan belum memiliki solusi konkret untuk menyelamatkan satwa-satwa yang ada. Di mana kondisinya juga tidak baik baik saja. Desakan publik agar Pemko Medan menutup Medan Zoo juga dianggap angin lalu.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan, pihaknya akan memperbaiki infrastruktus Medan Zoo. Pihaknya telah menggalang investor untuk memperbaiki destinasi wisata itu.

Kata Bobby, saat ini pihaknya sudah mendapat beberapa investor untuk melakukan pengembangan Medan Zoo. Termasuk investasi dari RANS Entertainment milik Raffi Ahmad yang sempat tertunda beberapa waktu lalu. Pembenahan rencananya akan dimulai Februari 2024.“Target kita memang di 2024 ini Ini harus benar-benar terlaksana,” kata Bobby beberapa waktu lalu.

Bobby juga kembali menegaskan bahwa Pemko Medan tidak akan melakukan penyertaan modal dalam merenovasi unit usaha PUD Pembangunan Medan itu.

Lantas, menunggu pembangunan, bagaimana nasib satwa penghuni Medan Zoo. Masihkah Medan Zoo disebut Lembaga Konservasi atau justru lembaga kematian satwa?

IDN Times merangkum linimasa kematian satwa yang terjadi di Medan Zoo dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari harimau, hingga sejumlah kematian yang diduga sengaja tidak dipublikasikan.

1. Kematian Owa Agile, 2 Kucing Emas hingga 2 Beruang madu

Suasana Medan Zoo (IDN Times/Indah Permata Sari)

Wildlife Whisperer Sumatra (WWS) selama ini aktif melakukan pendataan di Medan Zoo. Khususnya kasus kematian yang terjadi di sana.

Dalam data mereka, ada sejumlah kematian yang tidak dikemukakan ke publik. Di antaranya ada kematian seekor owa agile betina koleksi Medan Zoo. Tidak ada keterangan kapan satwa dilindungi ini mati.

Kemudian kematian dua kucing emas diduga karena sakit. Kematiannya terjadi pada Agustus 2023 lalu. Namun tidak ada keterangan detil, kapan satwa itu mati.

Kemudian kematian 2 beruang madu yang juga tidak diketahui keterangannya. Peyebab kematiannya sendiri, menurut data WWS, dikarenakan kerusakan pada organ paru dan ginjal.

2. Linimasa kematian 5 Raja Hutan

Kondisi harimau di Medan Zoo sangat memprihatinkan. Harimau terlihat lemas dan kurus diduga malnutrisi. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kematian yang paling menjadi sorotan adalah harimau di Medan Zoo. Totalnya sampai saat ini, ada lima harimau yang mati di Medan Zoo.

Kematian harimau pertama adalah jantan bernama Erha. Harimau Sumatra Erha mati pada Jumat 3 November 2023. Predator berusia 11 tahun itu mati karena penyakit yang tidak disembuhkan.

Kemudian kematian harimau benggala bernama Avatar. Harimau jantan itu mati pada Desember 2023. Penyebabnya karena kerusakan pada organ paru dan ginjal.

Pada bulan yang sama, Nurhaliza, harimau sumatra betina mati. Tepatnya pada 31 Desember 2023. Penyebab kematiannya juga sama dengan Avatar.

Maut juga menyusul Wesa. Harimau benggala 17 tahun itu mati pada 22 Januari 2024. Penyebab kematian diduga karena kerusakan pada organ paru dan ginjal.

Terakhir, harimau sumatra bernama penanda Bintang Sorik yang berusia 12,5 tahun. Bintang mati pada Minggu 13 Februari 2024. Penyebabnya, kerusakan pada organ paru, hati, jantung dan ginjal.

3. Ada kematian orangutan, kuda hingga bangau tongtong yang tidak terpublikasi

Harimau Sumatra di Medan Zoo. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Data WWS juga menunjukkan kematian satwa yang tidak terpublikasi lainnya. Mereka mendapat informasi ada kuda betina yang mati. Kematiannya bukan karena sakit. Melainkan karena tidak tertolong saat melahirkan. Bangkai kuda juga ditemukan sudah mengering.

Kemudian ada kematian orangutan kalimantan yang juga tidak dipublikasi informasinya. Orangutan bernama Hamidah itu mati dengan kondisi obesitas dan terdapat luka di bagian paha atas. Informasi yang didapat, Hamidah mati saat menjalani perawatan di salah satu pusat rehabilitasi satwa. Setelah dievakuasi dari Medan Zoo.

Kemudian ada kematian Bangau Tongtong pada 24 Januari 2024. Bangau tongtong ini mati diduga karena tidak mendapat perawatan yang baik.

Topics

Editorial Team