Bank Muamalat Terus Gaungkan #AyoHijrah ke Bank Syariah

Jakarta, FORTUNE - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, sebagai bank syariah tertua di Indonesia, terus berupaya untuk mendorong perkembangan industri perbankan syariah tanah air. Walaupun cukup terseok di awal berdirinya pada tahun 1992, namun Bank Muamalat tetap bertahan.
Direktur Utama Bank Muamalat, Achmad K. Permana, meyakini bahwa perbankan syariah menawarkan alternatif solusi perbankan bagi rakyat Indonesia. Hal ini tidak hanya ditujukan pada umat Islam, namun juga masyarakat pengguna jasa perbankan pada umumnya.
“Sistem perbankan syariah di Indonesia menawarkan alternatif solusi perbankan yang bebas riba (bunga), maysir (spekulasi), dan gharar (ketidakpastian),” kata Permana kepada Fortune Indonesia, Senin, (19/7).
Berangkat dari keyakinan ini, Bank Muamalat pun terus menggaungkan kampanye #AyoHijrah. Gerakan yang dimulai sejak 8 Oktober 2018 ini memiliki tujuan untuk lebih aktif mengajak masyarakat berhijrah, khususnya dalam hal layanan perbankan (pengelolaan keuangan) dengan memanfaatkan layanan perbankan Syariah untuk hidup yang lebih berkah.
“Bank Muamalat melalui kampanye #AyoHijrah, mengajak masyarakat untuk hijrah ke bank syariah dengan menawarkan jasa dan layanan perbankan syariah yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan nasabah masa kini,” ujar Permana.
Secara umum, gerakan #AyoHijrah dikemas dalam kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan diri dalam berbagai bidang, khususnya mulai berpindah menggunakan layanan bank syariah untuk hidup yang lebih tenang dan berkah.
Dilansir dari situs resmi Bank Muamalat, kegiatan-kegiatan yang mendukung gerakan #AyoHijrah, antara lain seminar/edukasi tentang perbankan Syariah, open booth di pusat kegiatan masyarat (sebelum pandemi), kajian Islami dengan narasumber dari kalangan ulama, serta pemberdayaan masjid sebagai salah satu agen perbankan syariah.
Menurut Permana, kampanye #AyoHijrah adalah salah satu strategi meningkatkan dana murah dan pelayanan haji, yaitu mengajak masyarakat untuk hijrah ke bank syariah. Hasilnya, jumlah nasabah baru pun meningkat lebih dari 50% dibandingkan sebelumnya.
“Saat ini, Bank Muamalat memiliki rasio dana murah (CASA) lebih dari 45%, dan diharapkan akan terus meningkat. Dalam hal pelayanan haji, Bank Muamalat telah menjadi pilihan umat dalam pendaftaran haji, baik haji reguler maupun haji khusus,” ucap Permana.
Lebih jauh, Permana menyampaikan bahwa bank syariah akan terus bertahan dalam kondisi krisis. “Dengan praktik yang bebas riba (bunga), maysir (spekulasi), dan gharar (ketidakpastian), seharusnya sistem keuangan syariah dapat berkontribusi lebih banyak dalam peningkatan perekonomian nasional,” ucapnya.
Permana berharap, bank syariah menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia, baik dalam penghimpunan dana, penyaluran pembiayaan, maupun layanan lainnya. Bahkan, dalam beberapa aspek, bank syariah mengungguli perbankan konvensional, termasuk keunggulan inherent, yaitu aspek syariah itu sendiri.
“Dengan tagline #AyoHijrah, kami mengharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia hijrah ke perbankan syariah, dan pada saat yang sama bank syariah terus berinovasi untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah,” ujar Permana.