IHSG membuka perdagangan dengan penguatan 25,45 poin atau 0,39 persen, dari penutupan 6.599,94 menjadi 6.625,39. Pembukaan di level 6.625,39 tersebut mencerminkan penguatan indeks pada awal sesi. Setelah pergerakan IHSG, perhatian pasar juga tertuju pada daftar saham dengan volume transaksi tertinggi.
Saham Teraktif Rabu 2 September 2026: Daftar 10 Saham Aktif Bursa

Peringkat 10 Saham Teraktif
Berikut 10 saham teraktif berdasarkan volume perdagangan, dari yang tertinggi hingga terendah:
PT. Bumi Resources Tbk: 1.363.854.800
PT. Eagle High Plantations Tbk: 1.363.834.000
PT. DMS Propertindo Tbk: 1.242.954.300
PT. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk: 1.169.600.000
PT. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk: 1.134.759.500
PT. Kusuma Kemindo Sentosa: 688.753.000
PT. Bakrie & Brothers Tbk: 542.402.900
PT. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk: 464.846.400
PT. PT Multi Makmur Lemindo Tbk: 340.464.500
PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk: 261.282.600
Harga Pembukaan Masing-Masing Saham teraktif
Harga pembukaan saham-saham teraktif memperlihatkan rentang yang lebar, dari 87 hingga 905:
PT. Bumi Resources Tbk: Rp210
PT. Eagle High Plantations Tbk: Rp109
PT. DMS Propertindo Tbk: Rp220
PT. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk: Rp127
PT. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk: Rp96
PT. Kusuma Kemindo Sentosa: Rp87
PT. Bakrie & Brothers Tbk: Rp102
PT. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk: Rp905
PT. PT Multi Makmur Lemindo Tbk: Rp204
PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk: Rp90
Pergerakan Harga Saham Teraktif
Kelompok penguatan mencakup PT. Bumi Resources Tbk, dari pembukaan 210 ke penutupan 206; PT. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk, dari 96 ke 85; PT. Bakrie & Brothers Tbk, dari 102 ke 101; PT. PT Multi Makmur Lemindo Tbk, dari 204 ke 202; serta PT. Graha Andrasentra Propertindo Tbk, dari 90 ke 89.
Pelemahan terjadi pada PT. PT Wahana Interfood Nusantara Tbk, dengan pembukaan 127 dan penutupan 129, serta PT. Kusuma Kemindo Sentosa dari 87 ke 90.
PT. Eagle High Plantations Tbk, PT. DMS Propertindo Tbk, dan PT. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk bergerak stagnan, masing-masing dari 109 ke 109, 220 ke 220, dan 905 ke 905.
Rangkaian data tersebut menyajikan aktivitas transaksi, posisi pembukaan, dan pergerakan harga dalam satu pembacaan pasar. Setiap indikator tetap perlu ditempatkan sesuai konteks masing-masing emiten.