Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rivalitas E-Wallet Bergeser ke Adu Ekosistem, ShopeePay Dominan
teknologi
  • Persaingan e-wallet di Indonesia kini berfokus pada penguatan ekosistem digital terintegrasi, bukan sekadar alat pembayaran, dengan ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO sebagai pemain utama.
  • Riset Ipsos 2026 menunjukkan ShopeePay memimpin pasar dengan 68% penggunaan daring dan tingkat aktivitas tertinggi dalam tiga bulan terakhir dibanding pesaingnya.
  • Generasi Z menjadi pendorong utama pertumbuhan e-wallet karena mengutamakan fungsi praktis yang selaras dengan gaya hidup digital seperti belanja online, kuliner, dan hiburan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Persaingan industri dompet digital di Indonesia bergeser menuju penguatan ekosistem layanan terpadu, dengan ShopeePay menempati posisi dominan dalam transaksi daring berdasarkan riset Ipsos tahun 2026.
  • Who?
    ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO menjadi pemain utama; pernyataan disampaikan oleh Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma.
  • Where?
    Perkembangan ini terjadi di Indonesia, dengan laporan dan keterangan resmi disampaikan dari Jakarta.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Selasa, 24 Februari 2026, berdasarkan hasil studi terbaru Ipsos mengenai perilaku pengguna dompet digital.
  • Why?
    Pergeseran terjadi karena pengguna kini lebih mengutamakan fungsi dan integrasi layanan digital dibanding sekadar promosi atau insentif penggunaan.
  • How?
    Pemain e-wallet memperluas fitur menjadi super-app yang terhubung dengan e-commerce dan layanan digital lain untuk meningkatkan loyalitas serta frekuensi penggunaan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perubahan lanskap e-wallet yang kini berfokus pada pengembangan ekosistem menunjukkan kematangan industri digital di Indonesia. Integrasi layanan dalam satu aplikasi mencerminkan inovasi berkelanjutan yang memudahkan aktivitas keuangan masyarakat. Dominasi ShopeePay serta partisipasi aktif Generasi Z menandakan meningkatnya adopsi teknologi pembayaran yang semakin relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Lanskap persaingan industri dompet digital (e-wallet) di Indonesia pada 2026 mengalami pergeseran mendasar. Bukan lagi sekadar alternatif alat bayar, layanan ini telah berevolusi menjadi pilar gaya hidup finansial masyarakat melalui integrasi ekosistem besar-besaran.

Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, mengungkap kompetisi telah memasuki fase baru. Kekuatan utama para pemain seperti ShopeePay, GoPay, DANA, dan OVO terletak pada kemampuan menghadirkan inovasi berkelanjutan yang terintegrasi dalam satu aplikasi (super-app) untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi harian.

“Peta persaingan dompet digital telah berevolusi dari sekadar meningkatkan awareness menjadi perlombaan pengembangan ekosistem digital dalam satu aplikasi,” ujar Andi melalui keterangan resminya, dikutip Selasa (24/2).

Berdasarkan studi terbaru Ipsos yang bertajuk Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape, ShopeePay mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dalam transaksi daring.

Platform tersebut memiliki persentase penggunaan 68 persen, disusul GoPay (17 persen), DANA (10 persen), dan OVO (2 persen).

Dominasi ini juga tecermin pada indikator penggunaan dalam tiga bulan terakhir.

ShopeePay menduduki peringkat teratas dengan 91 persen. Sementara itu, GoPay dan DANA bersaing ketat dengan capaian sama, yakni 67 persen, diikuti oleh OVO sebesar 44 persen.

Andi menekankan loyalitas pengguna kini sangat bergantung pada kedekatan platform dengan layanan digital lainnya.

"Dompet digital yang terhubung dengan platform e-commerce serta layanan digital lainnya memiliki peluang lebih besar untuk digunakan secara berulang," ujarnya.

Riset tersebut turut membedah perilaku konsumen yang kini lebih memprioritaskan fungsi ketimbang sekadar promo. Mayoritas masyarakat memanfaatkan dompet digital untuk belanja online (86 persen), pembelian makanan dan minuman (77 persen), pembayaran tagihan rutin (69 persen), serta transfer ke rekening bank (68 persen).

Generasi Z muncul sebagai akselerator paling agresif dalam ekosistem ini. Sebagai kelompok digital natives, kelompok ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap fungsi pembayaran yang harus selaras dengan gaya hidup digitalnya.

Aktivitas transaksi Gen Z terkonsentrasi pada beberapa kebutuhan utama, mulai dari belanja daring, kuliner, hingga kebutuhan hiburan seperti gim dan pembelian pulsa.

“Bukan lagi sekadar pengikut tren, Generasi Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap fungsi pembayaran yang dinilai dapat terintegrasi dengan gaya hidup digital,” kata Andi.

Topics

Editorial Team

Related Article