Pengertian Saham Blue Chip

Jakarta, FORTUNE - Para investor saham tentu tidak asing dengan sebutan blue chip. Istilah yang diambil dari keping koin (chip) bernilai paling tinggi dalam permainan poker ini merujuk pada saham lapis satu atau saham perusahaan besar yang labanya stabil. Biasanya, saham blue chip adalah saham perusahaan yang mapan dan sehat dari segi finansial dan fundamental.
Mengutip situs lifepal.co.id, saham blue chip biasanya dibeli pengelola investasi di perusahaan asuransi unit link. Risiko yang cenderung rendah dengan potensi keuntungan tinggi menjadi pertimbangannya. Perusahaan yang sahamnya tergolong blue chip biasanya konsisten menyampaikan laporan keuangan saat kondisinya sedang baik atau buruk.
Untuk dapat disebut saham blue chip, perusahaan harus mapan dan meninggalkan jejak finansial stabil dalam jangka panjang. Beberapa contoh saham blue chip yang ada di bursa saham antara lain Bank Central Asia Tbk (BBCA) di sektor perbankan, Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk (TLKM) di sektor telekomunikasi, Global Mediacom Tbk (BMTR) di sektor media, Adaro Energy Tbk (ADRO) di sektor tambang.
Sebelum memulai investasi pada saham blue chip, kamu perlu mengenali karakternya. Berikut beberapa di antaranya:
Saham Perusahaan yang Kapitalisasinya Besar
Kapitalisasi adalah harga perusahaan jika dibeli secara utuh. Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan harga saham perusahaan tersebut dengan jumlah seluruh lembar sahamnya yang beredar di pasar. Biasanya saham blue chip memiliki kapitalisasi di atas Rp10 triliun.
Saham yang Bertahan Lama di Bursa
Karakter ini dapat dijadikan dasar pengamatan untuk menentukan saham blue chip. Lamanya sebuah saham bertahan di bursa biasanya diiringi peningkatan laba dan perkembangan signifikan. Bila beberapa hal ini terpenuhi, saham tersebut kemungkinan bisa dikategorikan sebagai blue chip.
Saham yang Ramai Diperdagangkan
Saham blue chip umumnya adalah saham yang aktif diperdagangkan. Walaupun tidak seluruhnya, biasanya banyak investor perorangan atau lembaga yang memiliki dan memperdagangkan saham ini.
Saham dari Perusahaan Market Leader
Parameter ini adalah cara termudah untuk menentukan sebuah saham dapat dikategorikan sebagai saham blue chip atau bukan. Perusahaan yang menjadi market leader di sektornya memiliki produk yang banyak digunakan masyarakat dan dapat dikatakan memonopoli pasar. Dengan kondisi ini, biasanya perusahaan itu sudah mapan dari sisi finansial dan fundamental.