Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Bitcoin Terus Pimpin Kenaikan Nilai Uang Kripto

Bitcoin Terus Pimpin Kenaikan Nilai Uang Kripto
Shutterstock/Tarasenko Andrey
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Pada perdagangan kripto per 5 Oktober, Bitcoin sukses menembus US$50.000 untuk kali pertama dalam 4 pekan terakhir. Capaian tersebut diraih seiring produk investasi dan dana berbasis uang kripto yang mencatat arus masuk selama tujuh pekan berturut-turut.

Mengutip Antara (6/10), Bitcoin melonjak 2,6% dan mencapai US$50.498. Padahal pada 21 September, Bitcoin jatuh hingga US$40.596 sehubungan aksi jual di saham-saham uang kripto dan perusahaan blockchain.

“Jika kita analisa siklus trennya, harga Bitcoin meningkat dan memimpin market di tiap bulan Oktober. Hal ini konsisten terjadi dalam 3 tahun ke belakang, mulai 2019 sampai tahun ini,” kata Teguh Kurniawan Harmanda, COO Tokocrypto, kepada Fortune Indonesia (6/10).

Harmanda berpendapat, jika mengacu pada tahun lalu, siklus tingginya nilai Bitcoin ini bisa bertahan hingga November. Tahun lalu, Bitcoin mencapai breakout All Time High (ATH) pada November 2020. Kondisi ini adalah saat nilai Bitcoin berhasil naik dan menembus resisten dengan jumlah yang cukup besar. Hal ini pun semakin meningkatkan minat para investor.

Faktor penyebab kenaikan nilai Bitcoin

Menurut Harmanda, kemungkinan kenaikan ini adalah imbas dari investor institusional yang menambah aset kepemilikan Bitcoin secara akumulatif. Selain itu, bisa juga karena investor pemula yang menaruh investasinya di Bitcoin saat nilai relatif menurun.

Ia berpendapat, bahwa kepercayaan adalah faktor utama yang menjadi kunci kenaikan nilai Bitcoin. “Sebagai ‘mother of crypto’, Bitcoin masih jadi aset kripto acuan bagi para investor, khususnya investor pemula yang baru memulai investasi,” ujarnya.

Harmanda menyatakan nilai Bitcoin relatif lebih stabil ketimbang jenis koin lain. Kondisi ini juga didukung market cap besar dan tambahan beberapa perusahaan di luar Indonesia yang telah memanfaatkan Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Tren industri kripto sedang tinggi

Antara menyebutkan bahwa US Bancorp pada (5/10) mengumumkan peluncuran layanan penyimpanan uang kripto untuk manajer investasi institusional yang punya dana pribadi di Amerika Serikat dan kepulauan Cayman. Lalu, Bank of America juga baru saja menerbitkan ulasan penelitan tentang uang kripto maupun aset digital lainnya dan menemukan aliran investasi yang cukup kuat ke sektor ini.

Martha Reyes, Kepala Penelitian di broker utama aset digital dan bursa Bequant, mengungkapkan bahwa sejumlah bank mulai menyerah menerima kenyataan yang terjadi. “Bagi kami yang bekerja di bidang itu, fakta bahwa itu (aliran investasi) terlalu besar bukanlah berita baru, dan regulator tentu saja tidak mengabaikannya,” ucapnya.

Menegaskan situasi yang terjadi, Harmanda mengatakan, “industri Kripto saat ini sedang tinggi sekali trennya sejak awal 2021. Hal ini mungkin akan berpengaruh pada siklus aset kripto itu sendiri dan membentuk sejarah baru.”

Kenaikan yang dialami berbagai aset digital

Pelacak kripto CoinDesk, seperti dikutip Antara, merilis ulasan pasar (5/10) dan menunjukkan adanya kenaikan pada kuartal ketiga untuk Bitcoin sebesar 25% dan 32% pada Ether. Selain itu, Penjualan Non-Fungible Token (NFT) pada kuartal ketiga melonjak hingga US$10,7 miliar. NFT sendiri adalah kepemilikan barang-barang digital, seperti gambar, video, maupun koleksi unik lainnya, yang dicatat dalam blockchain.

Sementara itu, Kraken Intelligence, sebuah blog riset dari pertukaran Kripto Kraken, mencatat (5/10) bahwa Bitcoin telah memosisikan pasar untuk reli lebih tinggi menuju dan di sepanjang kuartal keempat. Kraken juga menambahkan bahwa kuartal keempat adalah periode terbaik dalam sejarah Bitcoin, dengan pengembalian rata-rata mencapai 119% dan median sebesar 58%.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More

Harga Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Hari Ini, 09 June 2026

09 Jun 2026, 09:55 WIBMarket